Informatroy : Segala Sesuatu Tentang Sablon

Fri, 25 Aug 2017 | By : Adit

Yuk mari kita bahas mengenai jenis-jenis sablon.. :)

Kadang temen2 mungkin tidak memperdulikan sebenarnya dari mana sih gambar-gambar pada pakaian yang temen2 pakai itu dihasilkan? Kali ini kami akan coba sedikit menjelaskan mengenai asal muasal gambar tersebut dibuat…

Jika temen2 perhatikan, sebenarnya gambar yang terdapat pada pakaian terbagi kedalam 2 jenis, ada yg terbuat dari benang (bordir) ada juga yang dibuat dari lapisan khusus (sablon).

Nah, apa sih sebenernya sablon itu?

Secara verbal, sablon dapat diartikan sebagai kegiatan cetak-mencetak grafis dengan menggunakan kain gasa pada suatu bidang sasaran cetak (bisa kaos, kertas, plat, atau media lainnya). Dengan adanya sablon, pekerjaan cetak-mencetak menjadi lebih cepat dan mudah.

Pada perkembangannya saat ini, pekerjaan sablon telah dikembangakan dengan menggunakan mesin. Namun tentunya antara sablon manual dan sablon mesin, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang membuat keduanya memiliki nilai jual yang berbeda. Kedua teknik tersbut dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan dari user.

Jenis sablon untuk kaos secara umum ada 2, digital printing dan manual. Sablon dengan digital printing sangat mudah, bahkan untuk pemula sekalipun. Sedangkan sablon manual lebih sulit, dan tahapannya lebih banyak. Keduanya memerlukan komputer untuk setting gambar.

 

Nah jenis-jenis sablon ada beberapa macam nih

1. Rubber yg paling sering digunakan. Bisa untuk kaos berwarna gelap maupun terang karena sifatnya yang menumpang dan menutupi rajutan kain. Untuk sablon diatas dasar kain yg melar dibutuhkan cat rubber dengan ramuan khusus agar cat dapat mengikuti kelenturan kain dan berdaya tahan lama.

2. Pigmen, ini cat yang biasa dipakai untuk kaos berwarna terang karena sifatnya yg menyerap kedalam kain.

3. Plastisol, cat berbahan dasar minyak, dengan kemampuan istimewa untuk mencetak dot/raster super kecil dengan hasil prima. Tanpa limbah dan sangat irit. Sayangnya butuh invest yg banyak bila menggunakan cat ini karena untuk mengeringkannya dibutuhkan sinar infra merah.

4. Glow in the dark, cat yg menyala saat kaos berada ditempat gelap. Bisa rubber, pigmen maupun plastisol.

5. Reflektif, cat yang akan menyala jika kaos disinari oleh sebuah sumber cahaya.

6. Discharge, cat dengan kemampuan menipiskan/menghilangkan warna dasar kaos kemudian diisi dengan warna baru sesuai dengan kebutuhan.

7. Flocking, cat dengan bentuk jadi seperti beludru.

8. Foam atau cat timbul. Ada rubber, ada juga plastisol, tapi bentuk timbul keduanya berbeda.

 

Separasi proses pemisahan warna disain untuk dijadiin film. Nah jenisnya ada 2 kalo ga salah. Ada yg spor color ato warna blok biasanya ini untuk disain berbentuk vektor, ada yg raster namanya process color. Disebut process color soalnya kalo pake cat plastisol warna2 yg udah dipisahin itu udah ada (udah diproses duluan, maksudnya udah ada yg jual jadinya kita ga perlu nyampur lagi), tapi bisa juga dipake buat cat rubber, tapi ga begitu bagus karena cat plastisol keunikannya adalah bisa ditumpuk pada saat masih basah jadi warnanya bisa nyampur.

Sablon Glitter, Sablonan yang memakai tinta berupa campuran serbuk, ada yg halus ada yg kasar, makin kasar makin renggang pula jenis screen yg digunakan.

Sablon Foil, Sablonan dengan menggunakan bahan kertas logam, hmm kaya foil yg ada di undangan2 gitulah.

Sablon High Density , Sablonan timbul dari jenis plastisol. Kalo dirubber disebutnya Foam (timbul busa) Kalo high density timbulnya bener2 kotak presisi sedang foam timbulnya melengkung

Sablon High Frequency tuch apa? Ha, apa pula ini bah? gw jg belon tau, tapi kalo dari namanya mungkin sablon dengan cat plastisol yg memakai raster2 kecil, makanya disebut high frequency abis rasternya rapat banget (plastisol bisa 55 sampe 60 pdi (dot per inch))

Sablon Aspal, Salah satu jenis plastisol. Bentuk jadinya ya kaya aspal,… item (warna laen ada ga yaa) dan rada2 kasar dan agak mengkilat gitu.

Oiya, FYI aja nih..sekarang ini Troy Company  baru menggunakan Discharge dan Plastisol untuk bahan sablonnya, tapi udah bagus banget kan hasilnya? Next kita bakal bereksperimen deh dengan bahan sablon yang lain :P